Pangandaran
Yayya JR.blogspot
Pantai Selatan Jawa dan Prediksi BMKG Gempa yang Berpotensi Tsunami
Lusiana Mustinda - beritaKAWALU
Senin, 28 Sep 2020 11:58 WIB
Foto: Nurhadi Wicaksono
Jakarta -
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebutkan riset tentang potensi tsunami setinggi 20 meter di selatan Jawa ini merupakan multidisiplin data, ilmu dan lintas instansi untuk mengkaji potensi gempa bumi yang terjadi di zona seismic gap pada sumber gempa megathrust selatan Jawa.
Indonesia memang berada di wilayah lingkaran rawan bencana sehingga rentan terkena gempa dan juga tsunami. Beberapa waktu lalu peneliti ITB Sri Widiyantoro menyebut tinggi tsunami yang akan terjadi di pantai selatan Jawa Barat dapat mencapai 20 meter.
Baca juga:Melihat Lagi Kengerian Tsunami Saat Terjang Banyuwangi Tahun 1994
Terkait dengan potensi tsunami yang diprediksi terjadi di pantai selatan Jawa.
Berikut ada beberapa wilayah yang pernah dilanda tsunami di selatan Jawa yang dicatat oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG):
- Tsunami di Banyuwangi (1818)
- Tsunami di Bantul (1840)
- Tsunami di Tulungagung (1859)
- Tsunami di Kebumen (1904)
- Tsunami di Jember (1921)
- Tsunami di Pangandaran (11/09/1921) pukul 15.19 WIB
- Tsunami di Banyuwangi (1925)
- Tsunami di Purworejo (1957)
- Tsunami di Banyuwangi (03/06/1994)
- Tsunami di Pangandaran (17/7/2006)
- Tsunami di Jawa Barat Selatan (02/09/2009) pukul 14.55 WIB
Pada dekade 1990-an dan 2000-an, dua tsunami besar melanda Banyuwangi (1994) dan Pangandaran (2006). Tsunami Banyuwangi dipicu oleh gempa bumi dengan magnitudo 7,2 dan menyebabkan 250 orang meninggal, 127 orang hilang, 423 luka, 1.500 rumah rusak, 278 perahu rusak dan hilang. Efek tsunami mencapai pantai Banyuwangi, Jember, Malang, Blitar, Tulung Agung, Trenggalek & Pacitan.
Menurut Sri Widiyantoro, hal tersebut adalah skenario atau pemodelan ilmiah. BMKG juga menegaskan bahwa ini hal ini tidak sama dengan prediksi.
"Besarnya magnitudo gempa yang disampaikan tersebut adalah potensi skenario terburuk (worst case), bukan prediksi yang akan terjadi dalam waktu dekat, sehingga kapan terjadinya tidak ada satu pun orang yang tahu," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulis kepada detikcom beberapa waktu lalu.
Hal yang terpenting untuk menyikapi hal ini adalah mitigasi. Mitigasi merupakan tindakan untuk mengurangi dampak bencana. Tentunya masyarakat perlu menerima edukasi dan juga informasi terkait yang dapat dipertanggung jawabkan.
Gempa merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di selatan Jawa. Tsunami juga pernah terjadi di pantai selatan Jawa dalam rentang ratusan tahun belakangan.
Sehingga BMKG mengatakan skenario gempa yang berpotensi tsunami 20 meter dalam ketidakpastian kapan terjadinya. Sehingga seluruh masyarakat perlu melakukan upaya mitigasi.
Baca juga:BMKG Ajak Masyarakat Akhiri Kepanikan soal Potensi Gempa Megathrust
(lus/erd)
bmkggempatsunamipantai selatan jawajawatsunami 20 meter
Share URL telah disalin
0 komentar
Baca Juga
Menarik Action Plan Pinangki Bikin Djoko Tjandra Sempat Milirik
Dokter terkejut! Perut yang buncit pun mengecil dalam 10 hari!
PR
10 Tanda-tanda Kiamat Menurut Islam Sesuai Urutan
Rasa sakit di sendi akan hilang sekali dan untuk selamanya
PR
Pemuda Lajang di Kalteng Nikahi Nenek 62 Tahun Si 'Luna Maya'
Mata minus 2 bisa sembuh dengan cara ini
PR
Bertambah 3.509, Kasus Corona di RI Per 28 September Jadi 278.722
Seluruh Indonesia kaget! Diabetes mudah diatasi, lihatlah disini
PR
Ini 25 Wilayah di Pulau Jawa Rawan Tsunami, Ada 5 Daerah Jabar
Jika tensi capai 140/90, bersihkan pembuluh darah
PR
Berita Terkait
Antisipasi Tsunami 20 M, MPR Minta Banyuwangi hingga Trenggalek Waspada
Bekerja dan belajar di rumah dengan modern PC
Promoted
Umroh Dibuka Bertahap 4 Oktober, Usia Jamaah Dibatasi Minimal 18 Tahun
22 Kali Gempa Terjadi di Gayo Lues Aceh dalam 9 Jam
Arab Saudi Bakal Buka Umroh Bertahap, Perusahaan Travel Akan Digabung

Komentar
Posting Komentar